Meluasnya Penggunaan Uang Non-Tunai: Uang Kartu Elektronik

Posted by

Belum sampai pelajar untuk merespon kehadiran kartu kredit, sudah muncul inovasi di bidang keuangan. Inovasi itu mirip dengan kartu kredit secara fisik, namun secara penggunaan berbeda. Kalau kartu kredit dimisalkan kita berhutang ke penyedia kartu kredit tersebut dan dibayar jika sudah jatuh tempo, kalau uang kartu didalamnya sudah ada sistem yang akan menampung nilai uang yang sudah kita isi sehingga ketika membayar nanti nilai tersebut akan berkurang sesuai tagihan.Kehadiran inovasi ini menurut penulis sangat mempermudah pelajar khususnya untuk merespon. Mengingat produk ini dibatasi saldo yang tersimpan di kartu hanya rata-rata Rp 1 Juta, merupakan kantong yang lebih cukup untuk digunakan para pelajar dalam.bertransaksi. Meski ada batasan atasnya, pada pelaksanaannya para pelajar hanya akan menggunakan kurang dari Rp 500 ribu ketika bertransaksi. Karena lingkungan yang ada di kalangan pelajar memang tidak membutuhkan uang yang banyak untuk kesehariannya.
Pada penggunaan kartu kredit yang bisa dibilang rawan tidak terkontrol untuk pembelian barang. Edukasi untuk penggunaan yang kurang cepat terhadap kartu kredit menyebabkan pelajar juga masih rawan untuk menggunakannya. Sehingga dengan kemunculan uang kartu elektronik ini kaa menjadi alternatif para pelajar dalam menyukseskan Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) yang di canangkan oleh Bank Indonesia.
Perjalanan yang jauh
Kartu kredit mungkin bukanlah hal yang asing bagi para pebisnis. Keluarga mereka juga familiar dengan penggunaan karty kredit tersebut. Mengingat pendapatan yang mereka peroleh juga besar tidak mengherankan jika penggunaan kartu kredit bisa memudahkan transaksi kebutuhan mereka.
Di kalangan masyarakat ekonomi menengah ke bawah, kartu kredit tidak familiar digunakan. Mengingat pendapatan mereka yang bisa dibilang tidaa terlalu besar, menjadikan setiao transaksinya juga tidak seperti pengguna kartu kredit. Penggunaan uang tunai massh marak karena sementara masih efisien. Meksipun juga ada resiko yang harus diwaspadai dalam penggunaan uang tunai.
Uang kartu menjadi alternatif lenengah dalam menyukseskan program GNNT tersebut. Pelajar bisa belajar menggunakannya dengan mudah. Untuk mendapatkannya cukup mendatangai terlebih dahulu bank ataupun pihak-pihak penyedia uang kartu lainnya. Setelah mendapatkan uang kartu, pastikan juga untuk uang kartu tersebut ada saldonya. Jik belum tak oerlu khawatir. Para pelajar bisa melakukan pengisian saldo atau top up di berbagai tempat yang sudah bekerja sama dengan penyedia uang kartu tersebut.
Tak perlu khawatir untuk penggunaan uang kartu elektronik tersebut. Karena dalam penggunaannya juga bisa meminta bantuan kepada petugas yang ada ketika bertransaksi. Selain itu, sudah banyak merchant-merchant oendukung uang karty elektronik, misal melnggunakan jalan tol, membeli tiket Cinemaxx, membeli kebutuhan sehari-hari di Alfamart dan indomaret, dan masih banyak lagi. Sayangnya, kesemua hal itu masih ada yang belum terjangkau secara lengkap untuk penggunaannya. Seperti cinemaxx, belum tentu semua tempat ada cinemaxx. Sehingga proses penyuksesan GNNT bisa jadi kurang massif di penggunaan oleh pelanggan.
Celah untuk pelajar bergerak
Proses massifikasi GNNT masih dalam perjalanan yang belum berhenti dan akan terus bergerak. Namun hal ini tak cukup hanya berjalan sebagai sebuah lrogram semata. Perlu adanya tambahan dukungan dari banyak pihak, salah satunya pelajar. Mengapa pelajar? Apa yang bisa dilakukan pelajar, khususnya IPM? IPM dengan basis masa yang sangat luas, sudah seharusnya mampu mencium celah kemajuan ini. Celah ini bisa dimanfaatkan ketika.melakukan transaksi dalam kegiatan IPM maupun dalam kehidupan sehari-hari. Apabila hal.ini bisa terwujud, bukan tidak mungkin, pelajar akan menjadi salah satu motor penggerak yang cukup efisien dalam menyukseskan program-program pemerintah. Kalau bisa, setiap pelajar juga proaktif dalam kemajuan IPTEK di masa-masa ini. Paradigma Pelajar Berkemajuan haruslah menyatu dalam jati diri kader IPM. Pengaruh yang bermanfaat pasti akan membawa keberkahan di masa mendatang.
Ponorogo, 28 Juni 2018

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *