Aksesibilitas Pelajar Terhadap Kartu Kredit

Posted by

Akhir-akhir ini mudah sekali isu-isu beredar di kalangan masyarakat terutama pelajar. Pelajar yang notabene masih bergantunh terhadap orang tua mereka, membuat dipandang sebelah mata dalam melakukan beberapa hal. Munculnya kartu kredit misalnya, pelajar tidak diberikan akses terhadap penggunaan alat ini. Dengan berbagai alasan agar pelajar tidak menggunakannya.

Padahal dalam perjalanan hidup seorang pelajar, ia dituntut selalu belajar. Belajarnya seseorang tidak hanya dengan mengikuti penjelasan teori di ruang kelas. Praktek merupakan salah satu diantara cara belajar selain melalui teori. Dengan praktek para pelajar bisa mengetahui secara langsung kelebihan dan kekurangan sesuatu. Praktek juga mampu membuat suatu kebiasaan baru bagi pelajar.

Dalam hal ini ialah penggunaan kartu kredit seharusnya mampu digunakan oleh para pelajar. Untuk melakukam pembayaran pendidikan di sekolah misalnya. Pembayaran SPP yang tidak sedikit seharusnya pelajar juga diberikan kemudahan dalam menggunakan fasilitas kartu kredit. Alasannya ialah lebij praktis dan aman dalam penggunaan. Orang tua yang khawatir jika uang SPP disalah gunakan sudah tidak khawatir lagi.

Semua berawal dari tidak bisa

Secara umum para pelajar masih belum mengetahui secara rinci penggunaan kartu kredit. Hal ini maklum karena mereka masih menggunakan uang tunai dalam proses bertransaksi. Namun fakta ini tidak bisa dijadikan alasan larangan pelajar belum mampu untuk menggunakan kartu kredit. Belum mampu bukan karena mereka tidak bisa, tapi karena mereka belum diajari agar terbiasa menggunakannya.

Disinilah proses pendidikan yang diperlukan. Pendidikan berfungsi untuk mengubah pikiran kosong menjadi berisi. Menjadikan dari yang tidak tahu menjadi tahu. Maka hal ini selaras dengan tempat pelajar belajar, sekolah. Sekolah menjadi tempat edukasi yang tepat untuk melakukan penyampaian ilmu-ilmu baru kepada pelajar.

Sayangnya sekolah di Indonesia masih belum banyak yang memberikan budaya penggunaan kartu kredit. Kalaupun ada mungkin hanya di tingkat SMA dan Perguruan Tinggi. Kesenjangan respon pendidikan terhadap kemajuan dunia secara global ini sangat memprihatinkan. Alasan untuk mengikuti sistem dan zaman saja harus segera ditangguhkan. Ruang dan waktu selalu melakukan tugasnya untuk memperbaharui. Maka manusia juga harus melakukan pembaharuan agar setiap masa yang akan datang terjadi perubahan yang semoga memberikan kebermanfaatan ke seluruh umat manusia, bahkan seluruh makhluk hidup.

Perubahan adalah pembaharuan

Pelajar yang melakukan Kegiatan Belajar Mengajar(KBM) seringkali menjadikan stigma negatif dalam merespom perubahan. Dengan posisi yang sedang belajar akademik ini membuat pelajar tidak bisa leluasa untuk mempelopori perubahan. Padahal pada masa-masa ini sering muncul ide-ide cemerlang dari kalangan pelajar. Ada baiknya jika kita memberikan ruang dan waktu kepada para pelajar untuk menuangkan dan mengeksplorasi ide-ide mereka. Seperti halnya menggunakan kartu kredit ini. Jika diberikan ruang dan waktu untuk belajar paati mereka akan paham dan bisa melakukannya.

Dengan demikian, sebenarnya stigma negatif tersebut bisa ditangguhkan. Selain kita memberikan ruang dan waktu kepada mereka, pelajar juga diharapkan proaktif dalam melakukan perubahan yang ditujukan untuk pembaharuan, baik pembaharuan untuk diri sendiri maupun juga untuk orang lain.

Sidareja, 22 Juni 2018

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *