Kewirausahaan Pelajar dalam GNNT

Posted by

Pelajar adalah seseorang yang sedang menempuh pendidikan di tingkat SD, SMP, dan SMA. Mereka merupakan generasi penerus bangsa. Aset yang begitu berharga apabila mampu didayagunakan secara maksimal. Dari berbagai potensi apapun, pelajar mampu untuk dibentuk sedemikian rupa.

Begitu juga di bidang kewirausahaan, pelajar bisa melakukannya. Mereka bisa memulai usahanya dari nol. Berdagang hal-hal yang kecil seperti jual pulsa dan paket data yang dilakukan oleh penulis, hingga menjual aneka stok barang yang bisa dibilang cukuo sulit untuk dilakukan oleh pelajar.

Di Kabupaten Ponorogo, tidak sedikit penulis jumpai teman-teman penulis, yang masih pelajar, melakukan perdagangan barang. Seperti gamis, jajanan ringan, bahkan ada istilah jastip. Akan tetapi mereka masih menggunakan uang tunai untuk prosedur pembayarannya.

Momentum ini seharusnya bisa dimanfaatkan pelajar untuk merespon program Bank Indonesia, yakni Gerakan Nasional Non Tunai atau GNNT. Gerakan ini bisa diterapkan oleh para saudagar pelajar untuk mempercepat penggunaan pembayaran non tunai. Karena tidak hanya karyu kredit saja yang non tunai, uang kartu elektronik dan dompet elektronik juga ada. Kedua macam non tunai terakhir tersebut malah semakin sesuai dengan kebutuhan masyarakat ekonomi menengah kebawah. Karena hanya digunakan pada saat dibutuhkan saja dan nominalnya tidak sebesar apabila menggunakan kartu kredit.

Maka sudah sewajarnya para pelajar berperan aktif dalam mendukung salah satu program pemerintah ini, yakni GNNT. Harapannya agar dapat mewujudkan ā€¸Cashless Society di masyarakat Indonesia.

Ponorogo, 27 Juni 2018

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *